Berita Online: Risma Harini tidak bayar sepeserpun ke Partai waktu pencalonan


*:Risma Harini tidak bayar sepeserpun ke Partai waktu pencalonan
*:Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membayar sepeser pun kepada PDI Perjuangan yang mengusungnya sebagai kepala daerah dalam dua periode Pilkada Kota Surabaya.

"Saya berani sumpah atas nama Tuhan. Lagi pula, saya juga tidak punya uang," kata Risma, Jumat (11/3/2016), di Surabaya, Jawa Timur.

Hal ini disampaikannya terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menolak maju sebagai calon gubernur dengan dukungan partai. Basuki mengatakan, perlu biaya tinggi untuk maju sebagai cagub dari parpol karena harus membayar biaya operasional mesin partai.

(Baca Ahok: Kalau "Nyagub" lewat Partai Bisa-bisa Rp 100 Miliar Enggak Cukup)

Risma mengatakan, dirinya lebih memilih maju lewat jalur partai karena, menurut dia, mencalonkan diri lewat jalur perorangan atau independen sama dengan mengejar jabatan. Selain itu, dukungan parpol membuatnya merasa dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai amanat rakyat.

"Jadi, saya dipercaya oleh rakyat melalui partai. Saya tidak pernah memberi apa pun kepada PDI-P. Sumpah demi Tuhan, tak kasih serupiah pun. Kalau tidak percaya, boleh dicek di DPC dan PAC PDI-P," kata Risma.

Karena itu, ketika Risma kampanye ke kecamatan-kecamatan, hanya ada air putih dan singkong yang disuguhkan. Itu pun kadang dari warga sendiri atau simpatisan.

Risma tidak yakin bahwa Basuki diminta "mahar" untuk rekomendasi calon gubernur dari PDI-P. Dia justru curiga, ada media yang salah mempersepsikan soal pernyataan Ahok tersebut.

Bersama PDI-P, Risma hanya diberi kepercayaan untuk bersama-sama membangun Surabaya ke arah yang lebih baik.

Komitmen itu yang dijalankan hingga kader di tingkat anak ranting pun bergerak memenangkan dirinya dan Whisnu Sakti Buana.

Risma sebenarnya punya banyak pendukung untuk maju sebagai calon wali kota dari jalur independen, tetapi dia tidak melakukannya.

Risma termasuk salah satu tokoh yang disebut-sebut akan ditunjuk PDI-P sebagai cagub DKI Jakarta. Namun, Risma berkali-kali menyatakan tidak tertarik untuk ikut menjadi kandidat kepala daerah dalam Pilkada DKI Jakarta pada 15 Februari 2016.

Penolakan Risma itu didasarkan pada keinginannya untuk mengemban amanat yang dipercayakan warga Surabaya. Lagi pula, ia baru dilantik sebagai Wali Kota Surabaya untuk periode 2016-2021.

Apa iya?

:By: Kompas


No comments:

Post a Comment