Mayat di Atas Kubah Masjid Nabawi. benarkah?

Qubbatul Khadhra’ (kubah hijau) yang terkesan megah di Masjid Nabawi bermanfaat menaungi kuburan jasad Rasul Saw yang mulia didampingi kedua sahabatnya sekaligus mertuanya yaitu Abu Bakar Siddiq ra, serta Umar bin Khattab ra. Sejarah bercerita, ketika Nabi hingga di Madinah, pertama sekali dikerjakan Nabi Saw merupakan membangun Masjid Nabawi dengan membeli tanah seharga 10 dinar kepunyaan dua orang anak yatim Sahl serta Suhail berkapasitas 3 x 30 m




Setiap musim haji banyak kisah-kisah kurafat palsu. Terutama kisah yang menyudutkan tentang faham wahabi salafi yang banyak dianut oleh warga Saudi. Salah satunya tentang kisah seorang wahabi yang terkubur di atas kubah hijau yang berada tepat diatas makam Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Kisah ini juga kadang diangkat oleh sebagian pempimbing jamaah haji yang sangat membenci faham Islam yg disokong oleh kerajaan saudi. Padahal dakwah yang diusung kerajaan semata-mata mengajak kaum muslimin kepada kemurnian Risalah.

Usut punya usut ternyata kisah ini bersumber dari seorang Syaikh yang bernama Az Zabidi. Si pembuat kisah mengatakan:
بعد إنتهى أعداء نبينا صلى الله عليه وسلم من هدم القبور الشريفة بالبقيع ، توجهوا ليهدموا قبة الرسول صلى الله عليه وسلم ، فصعد أحدهم إلى سطح القبة ليبدأ بهدمها ، غير أن الله تعالى صعق ذلك الصاعد إلى هناك من أول ضربة على القبة الشريفة ، حتى جعله يلتصق بالقبة ، فيموت ، فلم يستطع أحد إنزاله من فوق القبة أبدا ، فأتى هاتف من رسول صلى الله عليه وسلم أحد أتقياء المدينة يخبره ، أن لن تستطيعوا إنزاله فكفونه فوق القبة ليكون عبرة لمن اعتبر
“Setelah musuh-musuh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menghancurkan makam-makam mulia di perkuburan Al-Baqi’, mereka beralih ke kubah Rasulullah. Salah seorang daripada mereka pun naik ke puncak kubah untuk menghancurkannya, serta-merta Allah mengirimkan petir/api menyambar orang tersebut… dengan sekali sambaran lelaki itu pun kejang dan mati, sedangkan jasadnya melekat di atas kubah yang mulia itu. Tidak ada seorang pun mampu menurunkan mayat tersebut dari atas kubah.
Kemudian ada seorang yang sangat soleh bermimpi berjumpa Nabi shallallahu alaihi wasallam dan memberitahunya bahawa tidak akan ada seorang pun yang mampu menurunkan mayat tersebut. Lalu merekapun menutupnya dengan kafan dan membiarkannya diatas kubah agar menjadi ibroh bagi yang lain.

Tanggapan:
Pertama: Kisah tersebut merupakan kisah dusta yang diada-adakan, tidak ada sumber sejarah yang valid mengenai kisah tersebut.
Kedua: Gundukan yang terlihat seperti kuburan tersebut merupakan jendela ataupun tutupan kubah yang akan di buka ketika hendak membersihkan atap kubah Masjid An-Nabawi. Dahulunya jendela ini terbuka, kemudian ditutup rapat untuk menghindari masuknya air pada saat hujan yang nantinya akan merusak bagian dalam makam.
Sekian, semoga bermanfaat. Dan alangkah baiknya bila para Jamaah Haji/Umrah (sebagai Kaum Muhajirin) berbaik sangka pada penduduk dan kerajaan Saudi (sebagai Kaum Anshar).
Sebagaimana teladan sahabat, persatuan Kaum Muhajirin dan Anshor akan membawa berkah bagi kejayaan umat.

Allahu Alam

No comments:

Post a Comment